Asal Kita Dijalan yang Benar, Jangan Dengarkan Omongan Orang

jangan dengarkan orang

Tidak mungkin untuk melakukan hal-hal yang selalu bisa menyenangi hati seseorang. Adakalanya, kebaikan yang kita lakukan malah tidak dinilai baik oleh mereka.

Lihatlah sebuah perbuatan yang didalamnya terkandung kebaikan menurut agama. Biarkan manusia berbicara sesukanya atas kebaikan itu. Karena apapun kebaikan yang kita lakukan, jika ia tidak bisa menilai dengan baik, maka dihadapannya selalu saja tidak baik.

Al Imam Asy Syafi’i berkata :

رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَكُ لَيْسَ إِلَى السَّلاَمَةِ مِنَ النَّاسِ سَبِيْلٌ. فَانْظُرْ مَا فِيْهِ صَلاَحُ نَفْسِكَ فَالْزَمْهُ وَدَعِ النَّاسَ وَمَا هُمْ فِيْهِ

Ridha semua orang adalah tujuan yang tidak mungkin digapai, tidak ada jalan untuk selamat dari omongan orang. Maka lihatlah apa yang di dalamnya ada kebaikan bagi dirimu dan diizinkan Agama (jangan sampai kebaikan menurut kita tapi tidak menurut Agama), pegangilah, dan biarkan manusia berbicara sekehendak mereka. [Manaqib Imam Syafi’i hlm. 90 oleh al-Aburri, Hilyatul Auliya’ 9/122 oleh Abu Nu’aim , Al-’Uzlah hlm. 76 oleh al-Khotthobi.]

Al Imam asy Syafi’i berkata :

قُلْ بِمَا شِئْتَ فِيْ مَسَبَّةِ عِرْضِيْ
فَسُكُوْتِيْ عَنِ اللَّئِيْمِ جَوَاب

مَا أَنَا عَادِمُ الْجَوَابِ وَلَكِنْ
مَا مِنَ الأُسْدِ أَنْ تُجِيْبَ الْكِلاَبَ

Berkatalah sesukamu untuk menghina kehormatanku. Diamku dari orang yang menghina adalah suatu jawaban.

Bukan berarti saya tidak memiliki jawaban tetapi tidak pantas singa meladeni anjing. [As-Syafi’e, Diwan Asy-Syafi’i hal. 44]

Kita tidak perlu memperhatikan omongan orang, selama yang kita lakukan memang sesuatu yang benar menurut agama.

Bukan berarti kita kalah, tapi dengan diam dan terus melangkah serta memperbaiki diri sendiri itu adalah sebuah jawaban untuknya. Bahwa apa yang dikatakannya tidaklah benar, dan semakin hari kita malah menjadi semakin baik.

Orang bisa berkomentar banyak, tapi kita adalah seorang yang memilih.

 

Leave a Reply