Biarlah Engkau Tersembunyi

wanita shaleha yang tersembunyi

Seseorang tidak akan mudah ditemukan bila suka menyembunyikan diri. Tapi tersembunyinya wanita shaleha adalah mudah untuk ditemukan oleh pria yang shaleh, serta sulit bagi pria yang biasa saja.

“maaf, tidak ada foto pribadi yang dipajang. Maaf, jika hanya untaian kata tanpa kecantikan rupa.Maaf, jika tidak engkau temukan foto si pemilik akun ini”.

Wanita yang menjaga dirinya pasti akan bertemu dengan lelaki yang juga menjaga diri. Karna tak jarang, sebuah pertemuan itu, dimulai dari jalan yang sama. Saat kita menempuh jalan yang baik maka kita juga akan bertemu dengan orang-orang yang baik.

“Bukan.

Bukan karna kami angkuh atau sombong.

Bukan pula karna kami sok misterius.

Bukan juga karna sok kecakepan.

Tapi.

Pernahkah kalian berpikir?

Untuk apa memasang sebuah foto?”

Mengapa harus menjaga diri?Karna tidak ada sesuatu yang istimewa kecuali dari proses penjagaan yang terbaik. Seperti keindahan mutiara yang terjaga di dalam sebuah rumah bernama kerang.Di dalam kerang itu, semua rasa kesakitan telah dirasakan oleh sang mutiara. Karna rasa sakit dan pedih itu pula, mutiara menjadi ternilai dan sangat indah.

“Cukuplah wajah kami hanya untuk yang halal saja.

Suami-suami kami.

Mereka yang lebih berhak.

mereka yang lebih pantas disodorkan wajah kami.

Bukan social media.”

Karna wanita beranggapan bahwa jika ia cantik maka akan banyak yang menyukainya, ketika itu para wanita pun mencari kecantikan. Karna wanita beranggapan ‘cantik seperti ini yang mempesona’, ketika itu mereka pun mencobanya. Mungkin, telah sedikit di kota kecil ini para pria yang mengagungkan wanita yang shaleha, karna itu sedikit pula wanita yang demikian.

“Suatu saat engkau akan mengerti,

Bahwa mutiara akan sangat indah tersimpan rapi di tempatnya.

Tidak ada yang sembarangan melihatnya.

Tidak ada sembarang orang pun menjamahnyaa.

Tidak ada yang zoom in zoom out fotonyaaa.

Disave 24 jam bisa di lihat kapan saja.

Dibayangkan keindahannya oleh ajnabi.”

Andai wanita tidak menilai dari pria yang jahat seperti itu.Tapi menilai bahwa yang berjilbab panjang itu anggun.Yang bercadar itu cantik.Yang menjaga diri itu istimewa.

Mungkin, para wanita jadi termotivasi untuk menjadi yang seperti demikian.

Ini adalah baik, daripada menjadi cantik (katanya) dengan membuka sedikit aurat (atau lebih dari sedikit), hanya karna melihat bahwa para pria menyukai yang demikian.

“Dimana rasa malu muslimah?

Atau merasa banggakah jika ada yang memuji?

Duhai cantik sekali kamu ukhty.

Duhai soleha sekali kamu ukhty. “

“Ingatlah.

Akan ada hasad.

Akan ada nafsu.

Jangan engkau salahkan yang melihat.

Jangan salahkan yang save foto kalian.

Karna foto itu sudah menjadi milik orang-orang.”

Tidak mengapa bila tidak ikhlas ketika awal mula hijrah, namun bukan berarti ikhlas harus ditinggalkan. Maksudnya, laluilah saja kebaikan hijrah itu hingga pada akhirnya kamu tidak tahan ketika amal ibadahmu tanpa keikhlasan.

Karna suatu hari nanti kamu akan mengetahui, ikhlas itu malah menjadi sebuah rasa manisnya beribadah.

“Simpan rapat fotomu.

Tausiyahmu di social media tidak perlu ada foto.

Orang tidak akan mau tau siapa dibalik akun ini dan itu.

Biarlah engkau tersembunyi.

Tersembunyi untuk yang halal saja.

Bukan untuk pandangan-pandangan yang akan membuat diri ini semakin bertumpuknya dosa-dosaa.”

Ada banyak hal yang harus dilewati secara perlahan.Yang penting lalui saja kebaikan itu. Cobaan dan tantangan selanjutnya adalah proses pendewasaan hati agar lebih baiklagi. Seperti hati mencintai Allah, seperti hati merasakan manis iman, seperti hati mencintai ibadah.

Kesemua itu, adalah sebuah kelezatan yang akan didapati oleh hati yang mula-mulanya hijrah, kemudian melalui banyak tantangan serta cobaan.

“ya Allah..

Bantulah kami untuk malu online dan offline.

Malu di dunia nyata dan didunia maya.

Malu akan kodrat kami sebagai wanita yang tidak pantas dipandang siapapun yang tidak berhak”

Bagai mutiara dan intan yang telah indah bernilai, mula-mulanya menerima banyak tekanan dahsyat dan terus-menerus dari kerang atau dari bebatuan.

“Biarlah tulisan saja yang membuatmu dikenal.

Tak perlu wajahmu.”

kemudian, mereka adalah pesona keindahan dunia yang semerbak harum nan wangi.

Leave a Comment