Dibalik Sebuah Pertemuan, Ada Hikmah yang Tidak Kita Sadari, Tapi Terasa di Hati

Pertemuan adalah sesuatu yang sangat dinantikan oleh orang-orang yang merindu.

Dalam sebuah pertemuan, pasti ada kenangan yang berakhir sedih ataupun bahagia. Yah, walaupun, kita tetap saja harus benar-benar bersedih kala memang pertemuan itu telah berakhir. Setidaknya, kita telah bertemu bukan?

Beda-beda orang yang kita jumpai, beda pula manfaatnya.
Bahkan kalau salah orang yang kita kunjungi, bisa jadi hanya mendapatkan kemudharatan.

Inilah beberapa manfaat dan hikmah yang jarang kita sadari, tapi bisa kita rasakan.

1. Belajar darinya.

 

Teman itu selalu menarik. Walau bagaimanapun keadaannya. Baik atau jahat. Penyayang ataupun tidak berkasih sayang.
Tidak ada alasan apapun untuk kita melupakannya atau pun menjauhinya, seburuk apapun dia.

Ya, kita akan belajar darinya.
bila ia berperangai baik, kita belajar untuk meniru kebaikan itu.
Bila ia beperangai buruk, kita belajar untuk bersabar dari keburukan itu, dan belajar untuk menghilangkan keburukan itu padanya.

2. Rindunya hilang

Kalau sesiapa yang pernah merindu diantara kita, maka sudah pasti pertemuan nanti, adalah pertemuan yang akan memudarkan semua rindu itu.

Hebatnya pertemuan, adalah bisa memadamkan api kerinduan yang begitu lama, walaupun pertemuan itu hanya sebentar.

3. Merasa senang dan gembira

Dan lagi, Pertemuan itu mengajarkan kita untuk tersenyum. Itu karena orang yang kita temui, bisa saja karna kita mencintainya, atau karna ia sahabat yang hebat, atau boleh jadi, ia adalah malaikat pelindung kita dulunya. Ya, katakanlah ia sebagai, seseorang yang selalu bersama kita.

4. Termotifasi

Hal itu juga berarti, kita akan belajar untuk melupakan sesaat masalah yang sedang dihadapi.

Kebersamaan selalu berhasil menumbuhkan semangat-semangat baru.

5. Semakin cinta

Yang paling penting dari pertemuan silahturrahmi adalah ikatan hati.

Bisa saja itu ikatan yang membuat kita mengingatnya sehingga segala sesuatu tentangnya kita khawatirkan, yang ujung-ujungnya kita akan mendoakannya. Ini adalah ikatan cinta.

6. Penyayang kepada siapa saja

 

Ikatan cinta itu tak mesti dari pria ke wanita atau sebaliknya.

Karna cinta itu, sebenarnya bisa tertuju kemana saja.

Bisa tertuju kepada anak-anak miskin yang bekerja, yang melatih untuk memiliki hati yg penyayang.

Bisa tertuju kepada guru-guru yang mulia, yang menyentuh segala anggota tubuh untuk memiliki adab dan hormat.

bisa tertuju kepada ibu dan ayah, yang menyentuh segala apa saja di dalam diri kita untuk berbakti kepadanya.

Dan bisa tertuju kepada Rasulullah, yang membuat mata kita seringkali menangis dan penuh cinta.

Atau bisa juga tertuju kepada Allah, Zat yang mengaruniakan cinta di dalam hati kita.

Hal ini, karna kita udah mengenal. Maka siapa yg akan kita kenal, dan punya moment menarik dengannya, itu akan membuat kita susah melupakannya. Karna sifat kenangan itu, memang seperti itu. Kemudiannya, seberapa banyak pertemuan menarik yg terjalin, sebanyak itulah kita akan menyayangi orang2..

7. Tidak selamanya bisa bersama

Dan yang terpenting, setelah bertemu, itu mengajarkan kita bahwa kita ini takkan pernah selalu bisa bersama-sama.

Disaat yang sama, kita juga akan belajar, bahwa kebersamaan yang telah ada, anggaplah penting, dan rasakan bahwa
kebersamaan ini sesuatu yang bernilai.

8. Merasa bersalah

Kita pasti akan merasa bersalah. Karna sesiapa kita punya kekurangan masing2. kita akan sadar, dan meminta maaf.
Karna semua kata-kata dan semua tingkah laku, ada tersimpan begitu banyak sasarannya. Ada multimakna yang bisa dipahami. Dimana kesemua makna itu tak semuanya baik. Boleh jadi ada satu makna baik yg dikehendaki si pengucap, barangkali si pendengar malah menemukan makna lain yg bisa menyakiti hatinya.

Untuk sesiapa saja yang kutemui, aku selalu berkata “Janganlah kamu pergi, jika tidak ada sesuatu kebaikan pun yang kamu temukan di dalam diriku. Karna kamu masih punya alasan untuk kembali, guna memberi kepadaku, satu atau beberapa kebaikan.”

Leave a Comment