Kamu Merasakan Pahitnya Perjuangan Hidup, Tapi Kesabaran Menjadikannya Permata

berjuang

Teruslah berusaha, sampai kapanpun. Setidaknya kamu sudah mengenal perjuangan, dan mencoba bertahan melewatinya.

‎اعلم أن الراحة لا تنال بالراحة ، ومعالي الأمور لا تنال بالراحة ، فمن زرع حصد ، ومن جد وجد
‎تفانى الرجال على حبها ** وما يحصلون على طائل

“Ketahuilah, sesungguhnya kenikmatan hakiki tidak akan diraih dengan bersantai, dan kedudukan yang tinggi tidaklah dicapai dengan berleha-leha. Barangsiapa menanam dia akan menuai dan barangsiapa bersungguh-sungguh niscaya dia akan berhasil.

Betapa banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, akhirnya mereka pun tidak memperoleh keutamaan sama sekali”

Jikalau kamu menduga tak pernah mendapatkan apa-apa dari sebuah kegagalan, jikalau kamu menyangka tak pernah berhasil semua harapan yang kamu bentangkan, sesungguhnya, itu pun bukanlah suatu kerugian.

Karna Allah takkan lupa menghitung sekecil apapun kelelahanmu, bahkan butiran terkecil dari tetesan air mata.
Setiap pekerjaan, bila tidak membuahkan manfaat bagi dunia, tapi dari ketulusanmu dan azzam niat yang teramat kuat untuk kebaikan, adalah sesuatu yang sangat dinilai baik bagi kebahagiaanmu di akhirat nanti.

Kamu merasakan pahitnya perjuangan hidup, tapi kesabaran menjadikannya permata.
Kamu menangis tanpa berkehendak, karna hati yang tak sanggup bertahan, tapi tawakkal membawa tangisan seperti deretan mutiara.

Yaitu dua logam terbaik, yang bersakit-sakit ditempa oleh tekanan kuat. Maka lihatlah, keduanya tak mudah dihancurkan. Didambakan oleh ribuan orang yang belum pernah mengenal dan melihatnya secara langsung. Namanya sampai kelangit, walaupun bumi belum mengenal dirinya sama sekali.

Sejatinya, segala usaha yang kita perjuangkan, bukanlah semata-mata demi kenyamanan dunia. Semua itu tak lain, agar hari-hari yang selamanya nanti, diarungi dengan kebahagiaan.

Leave a Comment