Pembagian Juz, Hizb, Rubu’, Ruku’

PERTANYAAN
Assalamu’alaikum tgk mohon penjelasannya mengenai hizb dalam Al Qur’an?

JAWABAN
Dijawab oleh Tgk Salamuddin AY

Wa’alaikumsalam
ini jawaban lengkap nya:

Pembagian Juz, Hizb, Rubu’, Ruku’ dan sejarah munculnya istilah-istilah tersebut

Pada masa sahabat telah ada pembagian al-Qur’an kepada beberapa bagian. Namun pembagiannya tidak seperti yang kita dapati dalam al-Qur’an. Dalam sebuah riwayat Ibnu Majah dari Abu Bakar bin Abi Syaibah disebutkan :

فسئلت اصحاب : كيف تحزبوا قران ؟ فقالوثلاث و خمس وسبع وتس واحدى عشر و ثلاثة عشر وحزب المفصل وحرهز

“Sahabat-sahabat ditanya Raul ditanya : bagaimana al-Qur’an? Mereka menjawab: tiga (surah), lima, tujuh, sembilan, sebelas, tiga belas dan ayat-ayat mufassal bagian sendiri.

Tiga surah pertama adalah al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa , Lima surah dari al-Maidah sampai at-Taubah. Tujuh surah: Yunus sampai An-Nahlu dan seterusnya.

Pembagian ini dilakukan oleh sahabat untuk memudahkan hafalan dan pengamalan sehari semalam atau untuk membaca di dalam shalat., namun tidak dituliskan dalam mushaf al-Qur’an.

Awal kodifikasi Qur’an oleh Usman, Qur’an dibagi menjadi empat kategori utama berdasarkan hadits marfu’ dari Rasulullah (at-Thiwal, al-Miun, al-Matsanim, al-Mufasshal). Pada tahap berikutnya Al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi (W. 95 H) memperkenalkan dalam tradisi teks utsmani pembagian al-Qur’an ke dalam dua bagian, tiga bagian, empat bagian dan tujuh bagian, yang tampaknya diselaraskan dengan upaya pembacaannya dalam dua hari hingga satu minggu.

Pada perkembangan selanjutnya (juga untuk tujuan pembacaan) kaum muslimin membaginya ke dalam 30 juz. Pembagian ini berkaitan dengan jumlah hari di bulan Ramadhan dimana tiap juz al-Qur’an dibaca setiap harinya. Pembagian 30 juz ini biasanya diberi tanda di salinan al-Qur’an.

Bagian lebih kecil adalah Hizb yang membagi juz menjadi dua dalam Al-Qur’an terdapat 60 Hizb, ditulis dipinggiran Al-Qur’an (الحزب) yang menerangkan Hizb pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Tiap satu Hizb dibagi empat tanda ¼ Hizb ditulis dengan ( الحزب ربع ), tanda ½ Hizb ditulis dengan ( الحزب نصف ) dan ¾ hizb ditulis dengan (لحزب ثلاثة ارباع) pembagian inilah yang dipakai ahli-ahli Qiraat Mesir dan atas dasar itulah percetakan Amiriyah milik pemerintah Mesir mencetak Al-Qur’an sejak tahun 1337 H sampai sekarang. Jadi secara keseluruhan, tiap-tiap juz terbagi kepada delapan bagian yang disebut tsumun. Tsumun sendiri artinya seperdelapan, yaitu seperdelapan dari satu juz.

Pembagian lainnya adalah Ruku’ yang ditandai dengan ( ع ), terdapat 554 Ruku’ dalam al-Qur’an tetapi panjang pendeknya Ruku’ tidak seragam, surat panjang biasanya terdiri dari beberapa ruku’ dan surat pendek berisi satu ruku’. Keseluruhan pembagian al-Qur’an ini, yang diberi tanda tertentu pada pinggiran teks Qur’an bukanlah bagian orisinal wahyu. Bahkan tanda-tanda yang menunjukkan kepada bilangan ayat dan tanda waqaf dituliskan di dalam teks.

Sebagian ulama menentang pemberian tanda-tanda dalam al-Qur’an, disebabkan karena mereka menganggap susunan Qur’an taufiqi. Sementara pihak yang membolehkan penandaan-penandaan terus berjalan. Al-Qur’an pun mereka kelompokkan dalam juz-juz yang 30 dan membaginya kepada beberapa hizb. Bahan-bahan yang dapat dijadikan rujukan mengenai sejarah terciptanya istilah-istilah pembagian ini sulit didapati, kecuali penyempurnaan yang dilakukan Abul Aswad dalam memberi tanda-tanda dalam al-Qur’an.