Pembagian Nadzar

PERTANYAAN
Assalamu’alaikum. Tgk bagaimana tata cara kita berhajat atau bernazar sesuatu, sehingga wajib kita laksanakan/sah
Dan bagaimana yang dinamakan nazar yg tidak sah?
Terimakasih tgk

JAWABAN
Dijawab Oleh Tgk Raisul Fadhla
Waalaikumsalam

Nadzar terbagi menjadi dua:

  1. Nadzar lajaj , yaitu : nadzar yang berupa anjuran pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu, atau pencegahan dari melakukan sesuatu atau karena marah dengan mewajibkan pada dirinya untuk melakukan sesuatu. Misalnya : pernyataan “ jika aku berbicara dengan Zaid, maka aku akan berpuasa satu hari ”,
    dalam pernyataannya “ jika aku berbicara dengan Zaid ” bisa karena didasari marah kepadanya, atau ingin mencegah dirinya dari berbicara dengannya atau hanya karena ingin mendorong dirinya untuk berpuasa.
  2. Nadzar tabarrur , yaitu : nadzar yang tidak digantungkan dengan sesuatu apapun atau digantungkan dengan sesuatu yang disukai. Misalnya pertama : “ aku nadzar puasa hari senin dan kamis ”
    contoh kedua : “ jika aku sembuh dari penyakitku, maka aku akan bersedekah ” 

Syarat-syarat nadzir (orang yang nadzar) :

-Beragama islam (khusus untuk nadzar tabarrur, sedangkan nadzar lajaj tidak disyaratkan muslim).

-Atas kehendak sendiri (bukan terpaksa).

-Orang yang sah tasharrufnya (baligh dan berakal ).

-Memungkinkan untuk melaksanakan nadzarnya.

Maka tidak sah nadzar anak kecil, orang gila, dalam keadaan dipaksa, melakukan perkara yang tidak memungkinkan untuk melaksanakannyaseperti nadzar puasa bagi orang yang sakit parah dan nadzar orang kafir (khusus nadzar tabarrur).