Sahabat, Mereka Tak Selalu Ada, Tetapi Pernah Ada

sahabat sejati

Banyak orang berkata tentang indahnya sebuah persahabatan, sebelumnya, saya tidak merasa jika kata-kata itu tepat.

Bagi saya, sahabat itu tidak lebih dari teman biasa yang hanya kita ‘manfaatkan’ untuk mengisi hari-hari ketika perasaan suntuk datang.

Namun sekarang, ketika sahabat itu datang, agaknya saya harus membenarkan kata-kata diatas, bahwa memiliki sahabat itu sangat indah, bahkan melebihi dari indahnya memiliki seorang kekasih.

Sahabat memang tak selalu ada, tapi keberadaannya yang sementara itu, berhasil menyemangati keseluruhan ruang hati yang ada.

Ternyata, tidak terlalu penting, kapan dan bagaimana seorang sahabat menjadi seseorang yang menemani terik dan teduhnya perjalan hidup kita ini. Yang terpenting, mereka pernah ada dengan moment yang paling berkesan. Mereka pernah berbuat baik, walau tanpa balasan kebaikan. Mereka pernah mencoba memberi senyum, walau tengah dalam keadaan kesakitan. Mereka tak selalu ada, tetapi mereka pernah ada.

Bersama sahabat, kita akan mengerti banyak hal tentang kasih sayang dan memaafkan. Bersama sahabat kita akan belajar cara menyemangati dan cara menyenangkan hati sesama.

Sehingga ada beberapa tokoh berkata:
“Orang yang paling tidak beruntung adalah ia yang tak memiliki teman namun ada yang lebih tidak beruntung adalah ia yang telah memiliki sahabat tapi menyianyiakannya”(Saidina ‘Ali).

“Sahabat adalah bukti anda telah berhasil membangun sebuah hubungan yang TERBAIK”(Thomas J watson).

“Jika kamu tak pernah menemukan sahabat maka kamu tak pernah belajar apa arti dari sebuah hubungan”(Abu Tamman).

 

 

Leave a Comment